Rabu, 15 Februari 2017

Macam Bahan Tambang dan Kegunaannya

Macam Bahan Tambang dan Kegunaannya


Pertambangan pada dasarnya adalah usaha pemanfaatan sumber daya alam berupa barang-barang galian yang terkandung di dalam dan dipermukaan bumi. Ada bermacam macam barang tambang 

# Minyak bumi 
Olahan minyak bumi dapat dijadikan 
1. LPG 
2. Avtur bahan bakar pesawat terbang
3. Bensin bahan kendaraan bermotor
4. Kerosene, bahan bakar minyak tanah
5. Solar diesel, digunakan untuk bahan kendaraan mesin disel
6. Aspal, pengeras jalan
, tenaga penggerak mesin pabrik, bahan bakar kendaraan, penerangan rumah

# Gas alam
bahan bakar rumah tangga, bahan bakar pembangkit tenaga listrik, bahan baku pembuatan plastik. 

# Batu bara, 
bahan bakat, bahan mentah untuk cat, obat obatan, bahan peledak

# Mangan digunakan untuk pembuatan besi baja, pembuatan batu batrai

# Kaolin, bahan pembuat porselin, kramik, genteng, bahan tahan api, obat obata seperti diare,obat muntah,gangguan pencernaan.

# Bauksit adalah bijih utama pembuatan aluminium
# Gamping, perekat bangunan, bahan pembuat semen

# Pasir kuarsa, sebagai bahan kaca, keramik, amplas
# Pasir besi,  sebagai bahan membuat besi tulang
# Marmer, untuk lantai dan hiasan dinding
# Batu akik, untuk perhiasan
# Aluminium, body pesawat terbang, antena, peralatan rumah tangga
# Timah, pipa ledeng, logam patri, kawat telepon
# Nikel, campuran besi baja, agar kuat dan tahan karat, dicampur dengan tembaga untuk pembuatan perunggu atau kuningan.
# Tembaga, kabel, perunggu dan kuningan, peralatan elektronik

# Emas dan perak untuk perhiasan

# Belerang, industri korek api, bahan campuran ban, farmasi, 
# Mangan,  untuk bahan industri mesin
# Fosfat,untuk industri pupuk
# Besi, untuk jembatan, bahan bangunan, tralis, tiang 
# Mika, untuk industri mobil dan peralatan kantor
# Tras, untuk bahan semen
# Asbes, industri bangunan atap
# Intan, perhiasan, pemecah kaca
# Grafit, untuk pensil dan batere kering
# Wolfram untuk industri listrik

# Platina, untuk perhiasan.

Pengertian dan Macam-Macam Simbiosis (Cara Belajar SD Mangkura)

Pengertian  dan Macam-Macam Simbiosis




Di artikel ini kita akan belajar dan memahami bersama-sama mengenai simbiosis dan macam-macamnya. Untuk penjelasannya baca saja tulisan di bawah ini:
A. Penjelasan tentang simbiosis
Simbiosis adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang berbeda. Kata simbosis sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu kata “sym” artinya Dengan dan kata “biosis” yang artinya Kehidupan. Simbiosis merupakan suatu pola interaksi yang sangat erat antara 2 organisme yang jenisnya berbeda.
B. Macam-macam simbiosis
Umumnya simbiosis dibagi menjadi 3 macam, yang diantaranya sebagai berikut ini:
1. Simbiosis mutualisme
Yang dimaksud dengan simbiosis mutualisme adalah suatu hubungan timbal balik antara 2 individu mahluk hidup berbeda spesies yang saling menguntungkan satu sama lain. Contoh simbiosis mutualisme lebah madu dan bunga.
Contohnya:
  • Yang pertama bunga dan lebah madu, lebah membutuhkan madu yang ada pada bunga sebagai makanannya sedangkan bunga membutuhkan lebah untuk membantu penyerbukan.
  • Yang kedua kupu-kupu dan bunga, sama seperti lebah dan bunga dimana kupu-kupu membutuhkan nektar yang terdapat pada bunga sebagai makanannya dan bungan membutuhkan kupu-kupu untuk penyerbukan.
  • Yang ketiga Antara kerbau dan burung jalak, burung jalak dapat memperoleh makanan dari kerbau yaitu berupa kutu, sedangkan kerbau memperoleh keuntungan dengan hilangnya kutu yang terdapat pada badannya.

Contoh Simbiosis Mutualisme

2. Simbiosis parasitisme
Yang dimaksud dengan simbiosis parasitisme adalah hubungan timbal balik antara 2 individu makhluk hidup berbeda jenis yang dimana salah satu pihak dirugikan.
Contohnya:
  • Yang pertama tali putri dan pohon inang, tali putri merupakan parasit yang menempel pada tanaman akan langsung mengambil sari-sari makanan yang dihasilkan oleh pohon inayang. Jadi tali putri hidup dengan cara mengambil makanan secara langsung pada tanaman yang ditempelinya.
  • Yang kedua tanaman benalu dengan pohon inayang, benalu merupakan tumbuhan biji yang berdaun hijau, akan tetapi akar benalu tidak mampu menyerap air dan unsur hara dari tanah dengan sempurna. Jadi untuk mendapatkan air dan unsur hara benalu menempel pada ranting pohon atau tumbuhan jenis lain. Lalu akar benalu akan menembus kedalam jaringan pengangkut makanan pada tumbuhan yang ditempelinya. Benalu-pun akan menyerap air maupun unsur hara yang ada dalam jaringan pengangkut makanan dan tumbuhan lain yang ditempeli oleh benalu akan mengalami kerugian karena air dan unsur haranya dihisap oleh benalu. Biasanya ranting tumbuhan yang ditempeli benalu akan mengecil dan mati.
  • Yang ketiga kutu dengan hewan, hewan yang dihinggapi kutu pasti akan merasa gatal pada kulitnya dan kutu dapat memperoleh makanan dengan cara menghisap darah hewan tersebut. Jadi hewan yang dihinggapi kutu merasa dirugikan karena merasa gatal dan darahnya dihisap, sedangkan kutu memperoleh keuntungan dengan mendapatkan makanan.
Contoh Simbiosis Parasitisme

3. Simbiosis komensalisme
Yang dimaksud dengan simbiosis komensalisme adalah hubungan timbal balik antara 2 individu makhluk hidup berbeda jenis yang dimana salah satu diuntungkan dan satunya lagi tidak diuntungkan maupun dirugikan.
Contohnya:
  • Yang pertama hubungan Anggrek dengan pohon Inayang, tanaman bunga anggrek akan mendapatkan keuntungan berupa tempat tinggal sedangkan pohon inayang tidak merasa diuntungkan maupun dirugikan karena tanaman anggrek dapat memperoleh makanannya sendiri.
  • Yang kedua ikan hiu dengan ikan ramora, ikan ramora akan beranang dekat dengan ikan hiu untuk menghindari pemangsa karena pemangsa akan takut dengan ikan hiu sedangkan ikan hiu tidak merasa dirugikan maupun diuntungkan.
  • Yang ketiga tanaman sirih dengan pohon inayang, sama seperti tanaman bunga anggrek dan pohon inayang. Tanaman sirih akan menempel pada hohon inayang sebagai tempat tinggalnya, sedangkan pohon inayang tidak merasa dirugikan maupun dintungkan karena tanaman sirih dapat memperoleh makanannya sendiri.

 
Contoh Simbiosis Komensalisme

Jenis-JenisPenggolongan Hewan (Binatang)

 Jenis-jenis Penggolongan Hewan (Binatang)


Jenis-jenis Penggolongan Hewan (Binatang) – Hewan atau Binatang yang hidup di Dunia ini pada umumnya diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar yaitu Vertebrata dan Invertebrata yaitu pengklasifikasian Hewan berdasarkan Tulang belakangnya. Anda dapat membaca artikel : Klasifikasi Hewan berdasarkan Vertebrata dan Invertebrata. Selain Klasifiasi Hewan tersebut, terdapat juga berbagai jenis penggolongan hewan seperti berdasarkan jenis makanannya, jenis tempat hidupnya, penutup tubuhnya, cara geraknya, cara bernafasnya serta berdasarkan cara  Hewan berkembang biak.
Penggolongan Hewan / Binatang
Berikut ini adalah beberapa jenis penggolongan hewan dan contoh jenis hewan yang tergolong didalamnya.
Penggolongan Hewan Berdasarkan Tempat hidupnya
Penggolongan Hewan berdasarkan Tempat hidup pada umumnya digolongkan menjadi 3 yakni :
  1. Hewan yang hidup di Darat; contohnya Harimau, Anjing, Kucing, Sapi, Kuda, Kambing, Ular, dan lain sebagainya.
  2. Hewan yang hidup di Air; Hewan air terdiri dari Hewan yang hidup di air laut yaitu Ikan Kakap, Ikan Sardin, Ikan Tongkol, Ikan Tenggiri, Ikan Tuna dan lain sebagainya. Sedangkan Hewan yang hidup di air tawar antara lain Ikan Gurame, Ikan Nila, Ikan Mujair dan lain sebagainya.
  3. Hewan yang hidup di Darat dan Air, Hewan jenis ini biasanya disebut dengan Hewan Amfibi (Amphibia) yaitu Hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam. Contoh Hewan Amfibi diantaranya adalah Katak, Kadal dan Sesilia.
Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanannya
Penggolongan Hewan berdasarkan Jenis Makanan digolongkan menjadi 3 jenis yaitu :
  1. Herbivora (Hewan Pemakan Tumbuhan); contoh Hewan Herbivora antara lain Sapi, Kambing, Kuda, Kelinci dan lain sebagainya.
  2. Karnivora (Hewan Pemakan Daging); contoh Hewan Karnivora diantaranya adalah Kucing, Singa, Harimau, Anjing, Serigala dan masih banyak lagi.
  3. Omnivora (Hewan Pemakan Daging dan Tumbuhan); contoh Hewan Omnivora diantaranya Tikus dan Ayam.
Penggolongan Hewan Berdasarkan Penutup Tubuhnya
Hewan yang digolongkan berdasarkan penutup tubuhnya terdiri dari 3 jenis, yaitu :
  1. Hewan Bersisik; Contoh Hewan yang penutup tubuhnya adalah sisik diantaranya adalah Ular dan Ikan
  2. Hewan Berbulu; Contoh Hewan yang tubuhnya ditutupi oleh Bulu antara lain Ayam, Burung, Itik dan angsa.
  3. Hewan Berambut; Contoh Hewan yang berambut diantaranya adalah Kucing, Anjing, Monyet, Beruang, Singa dan masih banyak lagi.
Penggolongan Hewan Berdasarkan Cara Bergeraknya
Hewan yang digolongkan berdasarkan Cara bergeraknya terdiri dari 4 jenis, diantaranya adalah :
  1. Hewan yang bergerak dengan Kaki; Contoh Hewan yang bergerak dengan Kaki diantaranya adalah Kucing, Kuda, Anjing, Singa, Jerapah, Gajah, Harimau, Tikus, Serigala dan lain sebagainya.
  2. Hewan yang bergerak dengan Sayap; Contoh Hewan yang tergolong dalam jenis ini adalah burung, kupu-kupu, dan serangga bersayap lainnya.
  3. Hewan yang bergerak dengan perut; Hewan jenis ini sering disebut dengan Hewan Melata atau Hewan Reptil, contohnya ular, buaya, komodo dan kadal.
  4. Hewan yang bergerak dengan sirip; Contohnya Ikan.
Penggolongan Hewan Berdasarkan Cara Berkembang Biaknya
Penggolongan Hewan berdasarkan cara berkembangbiaknya terdiri dari 3, yaitu :
  1. Ovipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur. Contohnya Ayam, Itik, Penyu dan Ikan.
  2. Vivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak. Contohnya Kerbau, Kuda, Kambing, Gajah, Kucing, Kelinci, Tikus dan masih banyak lagi.
  3. Ovovivipar, yaitu Hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak dan bertelur. Contohnya Ular.
Penggolongan Hewan berdasarkan cara bernafasnya
Penggolongan Hewan berdasarkan cara bernafasnya diantaranya adalah :
  1. Hewan yang bernafas dengan Insang. Contohnya Ikan.
  2. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru. Contohnya Anjing, Paus, Kucing, Harimau, Singa dan lain sebagainya.
  3. Hewan yang bernafas dengan Kulit. Contohnya Cacing Tanah.
  4. Hewan yang bernafas dengan Trakea. Contohnya Kupu-kupu, lebah, semut dan lain-lain.
  5. Hewan yang bernafas dengan Paru-paru dan Kulit. Contohnya Katak.

Pengertian dan Jenis-Jenis Pasar (Cara Belajar SD Mangkura)

Pengertian Pasar


Pasar atau market merupakan sebuah tempat bertemunya pembeli dengan penjual guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa atau sumber daya ekonomi dan berbagai faktor produksi yang lainnya. Pada umumnya, pengertian pasar tidak menunjuk ke sebuah lokasi ataupun tempat-tempat tertentu, hal ini karena pasar tidak memiliki batas geografis. Adanya sistem jaringan komunikasi modern dapat meniadakan hambatan atau batasan-batasan geografis, sehingga dapat memungkinkan penjual dan pembeli bertransaksi tanpa harus saling melihat wajah satu sama lain.

Pengertian pasar yang kita bahas disini lebih menitik beratkan ke arti ekonomi yaitu untuk transaksi jual dan beli. Dalam ilmu ekonomi, pengertian pasar yaitu sebagai besarnya permintaan serta penawaran pada jenis barang atau jasa tertentu. Pengertian pasar merupakan permintaan serta penawaran secara keseluruhan untuk jasa dan barang tertentu. Pengertian pasar lebih merujuk kepada semua aktivitas penawaran dan permintaan termasuk didalamnya modal, surat berharga, tenaga kerja, serta uang.

Pada prinsipnya, aktivitas perekonomian yang terjadi di pasar didasarkan dengan adanya kebebasan dalam bersaing, baik itu untuk pembeli maupun penjual. Penjual mempunyai kebebasan untuk memutuskan barang atau jasa apa yang seharusnya untuk diproduksi serta yang akan di distribusikan. Sedangkan bagi pembeli atau konsumen mempunyai kebebasan untuk membeli dan memilih barang atau jasa yang sesuai dengan tingkat daya belinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan pasar sangat lah penting bagi kehidupan. Hal ini karena apabila terdapat kebutuhan yang tidak dapat dihasilkan sendiri, dapat memperoleh kebutuhan tersebut di pasar. Para konsumen atau pembeli datang ke pasar untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhannya dengan membawa sejumlah uang guna membayar harganya. Berikut ini pengertian pasar menurut para ahli.


Ciri-Ciri Pasar


Berdasarkan dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri pasar, antara lain : 

1.    Terdapat calon pembeli dan penjual.
2.    Terdapat jasa ataupun barang yang hendak untuk diperjualbelikan.
3.    Terdapat proses permintaan serta penawaran oleh kedua pihak.
4.    Terdapat interaksi diantara pembeli dan penjual baik itu secara langsung ataupun tidak langsung.


Jenis-Jenis Pasar

Jenis–jenis pasar dapat dibedakan menurut dengan bentuk kegiatan, cara bertransaksi, menurut waktunya, serta menurut jenis barangnya. 

Jenis-Jenis Pasar Menurut Bentuk Kegiatannya
Jenis pasar ini dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata atau pasar tidak nyata. Berikut penjelasannya : 

1.    Pasar Nyata
Pasar nyata merupakan sebuah pasar dimana terdapat berbagai jenis barang yang diperjualbelikan serta dapat dibeli oleh pembeli. Contoh dari pasar nyata ialah pasar swalayan dan pasar tradisional.
2.    Pasar Abstrak
Pasar abstrak merupakan sebuah pasar dimana terdapat para pedagang yang tidak menawar berbagai jenis barang yang dijual serta tidak membeli secara langsung, namun hanya menggunakan surat dagangan saja. Contoh dari pasar abstrak adalah pasar online, pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar saham.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Cara Transaksinya
Jenis pasar ini dibedakan menjadi pasar tradisional serta pasar modern. 

1.    Pasar Tradisional

Pasar tradisional ialah pasar yang sifatnya tradisional dimana para pembeli dan penjual dapat saling tawar menawar secara langsung. Berbagai jenis barang yang diperjualbelikan merupakan barang yang berupa barang kebutuhan pokok sehari-hari.

2.    Pasar Modern

Pasar modern merupakan suatu pasar yang sifatnya modern dimana terdapat berbagai macam barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan dengan layanan sendiri. Tempat berlangsungnya dari pasar modern adalah di plaza, mal, dan tempat-tempat yang lainnya.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Jenis Barangnya
Terdapat beberapa pasar hanya menjual 1 jenis barang tertentu, misalnya seperti pasar sayur, pasar hewan, pasar ikan pasar buah, pasar daging, dan lain sebagainya. 

1.    Pasar Barang Konsumsi

Pasar barang konsumsi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan berbagai jenis barang yang dapat dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2.    Pasar Sumber Daya Produksi

Pasar sumber daya produksi merupakan suatu pasar yang memperjualbelikan tentang faktor-faktor produksi, contohnya : tenaga kerja, mesin-mesin, tanah, dan tenaga ahli.


Jenis-Jenis Pasar Menurut Waktunya
Jenis pasar menurut waktunya dapat digolongkan ke dalam beberapa bentuk, antara lain : 

1.    Pasar Harian
Pasar harian ialah tempat pasar di mana merupakan pertemuan antara pembeli serta penjual yang dapat dilakukan setiap harinya. Pasar harian pada umumnya menjual berbagai jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan jasa, kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan produksi.
2.    Pasar Mingguan
Pasar mingguan ialah pasar yang dilakukan setiap seminggu sekali. Biasanya pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih, seperti di pedesaan.
3.    Pasar Bulanan
Pasar bulanan ialah pasar yang dilakukan sebulan sekali, dan terdapat di daerah-daerah tertentu. Biasanya terdapat para pembeli di pasar tersebut yang membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali, contoh pasar bulanan adalah pasar hewan.
4.    Pasar Tahunan
Pasar tahunan ialah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Pasar tahunan pada umumnya bersifat nasional serta diperuntukkan untuk promosi terhadap suatu produk baru. Contoh pasar tahunan : Pameran Pembangunan, Pekan Raya Jakarta, dan lain sebagainya.
5.    Pasar Temporer
Pasar temporer ialah pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu serta pasar temporer dapat terjadi secara tidak rutin. Pada umumnya, pasar temporer dibuka guna merayakan peristiwa tertentu. Contoh dari pasar temporer adalah Bazar.


Jenis-Jenis Pasar Menurut Keleluasaan Distribusi
Terdapat jenis pasar ini dapat dibedakan menjadi : 

1.    Pasar Daerah
Pasar daerah ialah suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 daerah produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan bahwa pasar daerah melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 daerah.
2.    Pasar Lokal
Pasar lokal merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 kota tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan serta penawaran hanya dalam 1 kota.
3.    Pasar Nasional
Pasar nasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk di dalam 1 negara tempat produk tersebut dihasilkan. Dapat juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan serta penjualan dari dalam negerii.
4.    Pasar Internasional
Pasar internasional merupakan suatu pasar yang membeli dan menjual produk dari berbagai negara. Dapat juga dikatakan luas jangkauan dari pasar tersebut adalah di seluruh dunia. Contoh : Pasar kopi di Santos, Brazil.

Jenis-Jenis Pasar Menurut Bentuk serta Strukturnya
Jenis pasar ini dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, pasar oligopoli, serta pasar monopoli. 

1.    Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna dapat disebut juga pasar persaingan murni yaitu merupakan pasar di mana terdapat banyak pembeli dan penjual serta mereka sudah mengetahui keadaan pasar. 

Pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut :
1) Barang yang diperjualbelikan sifatnya homogen (sejenis).
2) Pembeli ataupun penjual mempunyai informasi yang lengkap mengenai pasar.
3) Terdapat banyak pembeli dan penjual.
4) Harga yang sudah ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi dapat bebas keluar masuk pasar.
6) Tidak terdapat campur tangan dari pemerintah. 

Kelebihan pasar persaingan sempurna : 
1) Pembeli dapat dengan bebas memilih produk.
2) Tidak terdapat hambatan dalam mobilitas berbagai macam sumber ekonomi dari suatu usaha ke usaha lainnya.
3) Dapat memaksimalkan efesiensi.
4) Kebebasan memilih dan bertindak.

Kelemahan pasar persaingan sempurna :
1) Tidak mendorong inovasi.
2) Membatasi pilihan konsumen atau pembeli dalam satu barang tertentu.
3) Persaingan sempurna yang memberikan ongkos sosial.
4) Distribusi pendapatan yang tidak merata. 

Contoh dari pasar persaingan sempurna adalah pasar berbagai jenis hasil pertanian. 

2.    Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar jenis ini merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna. Untuk pasar persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terdiri dari sedikit penjual serta banyak pembeli. Pada pasar ini para penjual dapat untuk menentukan harga barang. Barang-barang yang diperjualbelikan tersebut memiliki jenis yang berbeda beda atau terdapat berbagai jenis barang. Jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna mempunyai bentuk-bentuk pasar, antara lain :
·         Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan suatu pasar yang terjadi ketika seluruh penawaran terhadap sebuah barang pada pasar yang telah dikuasai oleh salah seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu. 

Berikut ciri-ciri pasar monopoli :
1) Hanya terdapat 1 penjual sebagai pengambil keputusan harga (guna melakukan monopoli pasar).
2) Penjual lain tidak dapat menyaingi dagangannya.
3) Pedagang lain tidak dapat masuk, hal ini karena adanya hambatan dengan undang-undang atau karena terdapat teknik yang canggih.
4) Jenis barang yang diperjualbelikan tersebut hanya semacam.
5) Tidak ada campur tangan dari pemerintah dalam masalah penentuan harga.

Kelebihan pasar monopoli :
1) Keuntungan penjual yang relatif tinggi.
2) Bagi produk yang menguasai hajat hidup orang pada umumnya diatur oleh pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli :
1) Pembeli atau konsumen tidak terdapat pilihan lain untuk membeli tersebut.
2) Keuntungan hanya terpusat ke 1 perusahaan.
3) Terjadinya eksploitasi pembeli.

Contoh pasar monopoli : PT Pertamina (persero), dan lain sebagainya.

·         Pasar Persaingan Monopolistik
Pasar jenis ini merupakan suatu dengan banyak penjual yang menjual barang yang berbeda corak. Pasar jenis ini banyak dijumpai di sektor perdagangan eceran dan jasa. Misalnya jasa salon, toko kelontong, angkutan, dan toko obat.

Pada pasar persaingan monopolistik memiliki ciri-ciri, antara lain :
1) Terdapat banyak penjual dan banyak pembeli.
2) Barang yang dihasilkan yaitu sejenis, namun coraknya berbeda. Seperti : sabun, minyak goreng, pasta gigi, dan lain sebagainya.
3) Terdapat banyak penjual yang memiliki besarnya sama, sehingga tidak terdapat satu penjual yang dapat menguasai pasar.
4) Penjual dapat dengan mudah menawarkan barangnya di pasar.
5) Penjual memiliki sedikit kekuasaan dalam memengaruhi dan menentukan harga pasar.
6) Adanya peluang guna bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual di pasar.

Kelebihan pasar persaingan monopolistik :
1) Penjual tidak sebanyak seperti pasar persaingan sempurna.
2) Produsen akan terpacu untuk berkreativitas.
3) Pembeli atau konsumen tidak mudah untuk berpindah dari produk satu ke produk yang lainnya.

Kelemahan pasar persaingan monopolistik :
1) Biaya yang mahal untuk ke pasar monopolistik, hal ini karena untuk masuk ke pangsa pasar tertentu dibutuhkan adanya riset dan pengembangan produk.
2) Persaingan yang sangat berat, hal ini karena pasar tersebut pada umumnya didominasi oleh berbagai jenis produk ternama. 

·         Pasar Oligopoli
Pasar jenis ini merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual yang menjual suatu barang tertentu, sehingga penjual yang satu dengan yang lainnya dapat memengaruhi harga. Seperti : perusahaan rokok, perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan semen, dan industri telekomunikasi. 

Pasar oligopoli memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
1) Hanya terdapat sedikit penjual saja, sehingga keputusan dari salah satu penjual di pasar tersebut dapat memengaruhi penjual lainnya.
2) Produk-produknya yang berstandar.
3) Kemungkinan terdapat penjual lain untuk masuk ke pasar masih terbuka.
4) Adanya peran iklan yang sangat besar dalam penjualan produk tersebut.

Kelebihan pasar oligopoli : 
1) Barang yang dihasilkan memiliki beragam corak.
2) Efesiensi di dalam menggunakan sumber daya.
3) Pengembangan teknologi serta inovasi.

Kelemahan pasar oligopoli :
1) Adanya persaingan harga yang ketat.
2) Banyaknya rintangan yang kuat guna masuk ke pasar oligopoli. 


Fungsi Pasar


Fungsi pasar mempunyai beberapa fungsi yang penting dalam membantu dalam banyak hal, berikut fungsi pasar : 
1.  Fungsi Distribusi Produk
Salah satu fungsi pasar adalah fungsi distribusi produk yang merupakan suatu aktivitas menyalurkan barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen kepada para konsumen. Fungsi pasar sebagai tempat distribusi produk, hal ini karena banyak terdapat konsumen, sedangkan penjual sebagai distributor, artinya barang yang dijual tersebut tidak diproduksi sendiri. Misalnya terdapat penjual yang membeli telur ayam dari orang lain yang berternak ayam, kemudian telur tersebut dibawa ke pasar dan dibeli oleh konsumen. Penjual tersebut berperan sebagai distributor, orang yang berternak ayam berperan sebagai produsen, serta pembeli sebagai konsumen. Namun adapula penjual yang berperan sebagai produsen sekaligus sebagai distributor.
2.    Fungsi Penetapan Harga / Nilai
Karena terdapat interaksi antara penjual dan pembeli, maka terdapat juga permintaan serta penawaran dari kedua pihak tersebut. Sehingga terdapat kesepakatan harga kesetimbangan yang dapat dicapai dari interaksi kedua pihak tersebut. Fungsi pasar sebagai tempat penetapan harga dari barang atau jasa yang diperjualbelikan karena terjadinya interaksi serta adanya kesepakatan dari pembeli dan penjual.
3.    Fungsi Promosi
Fungsi pasar merupakan tempat berkumpulnya para konsumen yang merupakan tempat promosi yang sempurna bagi produsen guna memperkenalkan produk mereka. Pada umumnya saat proses promosi dari produsen tersebut berlangsung, mereka akan menawarkan dengan penawaran yang menarik, seperti harga produk tersebut yang lebih murah dibandingkan produk dari produsen yang lainnya. Oleh karena itu, fungsi pasar salah satunya untuk promosi suatu produk atau barang.
4.    Fungsi Penyerapan Tenaga Kerja
Selain terdapat para pedagang dan pembeli, di pasar juga banyak terdapat pihak lain yang dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi. Seperti tukang sapu, ojek, tukang parkir, tukang sampah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, fungsi pasar sebagai tempat penyerapan tenaga kerja.
5.    Menyediakan Barang dan Jasa Guna Masa Mendatang
Pasar memiliki peran sebagai fasilitator guna mengelola tabungan dan investasi. Investasi tersebut berfungsi untuk menyediakan barang serta jasa dibutuhkan pada masa yang akan datang. Tabungan dan investasi tersebut akan berinteraksi di pasar. Pasar yang berfungsi untuk memfasilitasi investasi dan tabungan ialah pasar modal. Investor akan mencari pihak-pihak yang mempunyai tabungan untuk keperluan investasinya, serta penabung untuk mencari pihak yang membutuhkan modal. Kedua belah pihak tersebut dapat bertemu di pasar modal.

Itulah pengertian pasar, jenis-jenis pasar, fungsi pasar, ciri-ciri pasar, dan klasifikasi pasar. Pada intinya, pengertian pasar merupakan suatu tempat bertemunya para pembeli atau konsumen dan penjual guna melakukan transaksi jual beli barang ataupun jasa.