Selasa, 28 Februari 2017

RANGKA MANUSIA DAN FUNGSINYA (Cara Belajar SD Mangkura)

 RANGKA MANUSIA DAN FUNGSINYA (Cara Belajar SD Mangkura)

Salah satu bukti kekuasaan Allah swt, adalah diciptakannya alam beseta isinya , termasuk kita umat manusia. Dan manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Alah yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Manusia  adalah makhluk yang secara fisik melebihi makhluk-makhluk lainnya. Dengan fisik yang sempurna kita dapat berdiri, berlari, memegang benda, menendang bola dan dapat melakukan berbagai aktifitas lainnya. Oleh karena itu sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah Swt, karena diberikan kesempurnaan fisik.
Fisik manusia terdiri dari tulang belulang, daging dan kulit. Tulang belulang manusia yang saling berhubungan membentuk kerangka.

Fungsi kerangka manusia adalah sebagai berikut  :
1). sebagai penegak tubuh
2). sebagai pembentuk tubuh
3). sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)
4). sebagai pelindung bagian tubuh yang penting
5). sebagai tempat pembentukkan sel darah merah
6). sebagai alat gerak pasif

Bagian-Bagian Rangka Manusia

Rangka manusia terbagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1. Rangka kepala/ tengkorak berfungsi melindungi otak
2. Rangka Badan berfungsi melindungi organ - organ tubuh seperti     paru-paru, jantung, hati  dan lain-lain.
3. Rangka anggota gerak berfungsi bergerak seperti, berjalan, berlari, memegang benda dan sebagainya.


Baiklah untuk lebih jelasnya tiap-tiap rangka tersebut di atas kita uraikan tulang-tulang yang menyusun rangka tersebut.  Ayo kita perhatikan gambar di bawah ini !




1. Rangka kepala

Tulang-tulang yang menyusun rangka kepala adalah :
a. tulang dahi
b. tulang ubun-ubun
c. tulang pelipis
d. tulang tengkorak
e. tulang baji
f.  tulang air mata
g. tulang pipi
h. tulang hidung
i.  tulang rahang atas
j.  tulang rahang bawah
k. tulang lidah



2. Rangka badan
Tulang-tulang penyusun rangka badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu :
a. 33 ruas tulang belakang
b. 12 pasang tulang rusuk ( 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, 2 pasang rusuk melayang)
c. Tulang dada terdiri dari :
- tulang hulu
- tulang badan
- tulang pedang-pedangan.
- tulang bahu terdiri dari : 2 tulang selangka dan 2 tulang belikat
- tulang panggul terdiri dari : 2 tulang duduk, 2 tulang usus dan 2 tulang kemaluan


3. Rangka anggota gerak
Tulang-tulang penyusun anggota gerak terdiri dari :                                                                                 
a. Anggota gerak atas (tangan) terdiri dari :

                     - tulang pengumpil
                     - tulang lengan atas
                     - tulang hasta
                     - tulang pergelangan tangan
                     - tulang telapak tangan
                     - ruas-ruas jari tangan












b. Anggota gerak bawah (kaki)
Tulang-tulang penyusun anggota gerak bawah terdiri dari :


- tulang paha
- tulang tempurung lutut
- tulang kering
- tulang betis
- tulang pergelangan kaki
- tulang telapak kaki
- ruas-ruas jari kaki


Monumen Mandala | Wisata Sejarah Pembebasan Irian Barat (Cara Belajar SD Mangkura)

Monumen Mandala | Wisata Sejarah Pembebasan Irian Barat (Cara Belajar SD Mangkura)



Menjulang tinggi di pusat Kota Makassar, sekitar setengah kilometer sebelah Selatan Lapangan Karebosi. Monumen yang didirikan di atas lahan seluas satu hektare ini dibangun pada tanggal 11 Januari 1994. Peletakan batu pertama dilaksanakan oleh Menko Polkam Soesilo Sudarman, dan diresmikan oleh Presiden H. M. Soeharto, pada tanggal 19 Desember 1995.

Monumen Pembebasan Irian Barat atau lebih dikenal sebagai Monumen Mandala adalah pengingat atas keberhasilan Indonesia merebut kembali (pembebasan) wilayah Irian Barat -sekarang Papua- yang bergolak pada 1962 ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ketika itu Indonesia masih dipimpin presiden pertama RI, Soekarno. Meskipun Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaan hampir 20 tahun, namun Belanda masih menguasai wilayah Irian Barat. Tinggi Menara Monumen yang mencapai ketinggian 62 meter merupakan simbol tahun 1962, tahun terjadinya perjuangan pembebasan Irian Barat.

Lalu, mengapa monumen ini dibangun di Makassar? Karena perjuangan dimulai dari kota ini. Di sinilah bermarkas pasukan pembebasan Irian Barat.

Sejarah mencatat, perundingan yang dilakukan pemerintah Indonesia dengan pihak Belanda untuk membebaskan Irian Barat ketika itu semuanya kandas dan berakhir sia-sia tanpa hasil. Akhirnya, pemerintah menggunakan kekuatan militer; Presiden Soekarno pada Desember 1961 mencetuskan Tiga Komando Rakyat atau Trikora.

Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta, dan mengangkat  Mayor Jenderal Soeharto sebagai panglima serta Komando Mandala. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian Barat dengan Indonesia.

Guna melancarkan operasi militer ini Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer dari Uni Soviet, antara lain: 
41 Helikopter MI-4 (angkutan ringan),
9 Helikopter MI-6 (angkutan berat), 
30 pesawat jet MiG-15, 
49 pesawat buru sergap MiG-17, 
10 pesawat buru sergap MiG-19, 
20 pesawat pemburu supersonik MiG-21, 
12 kapal selam kelas Whiskey, 
puluhan korvet, dan 
1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov (yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi, yaitu KRI Irian). 


Dari jenis pesawat pengebom, terdapat 22 unit pesawat pembom ringan Ilyushin Il-28, 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16, dan 12 pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel. Sementara dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14 dan AQvia-14, 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12B buatan Uni Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika Serikat.

Semua potensi nasional kala itu dimobilisasi. Mulai pusat hingga daerah, bersiap-siap melakukan langkah militer untuk merebut Irian Barat. Soekarno membentuk Komando Mandala yang besifat gabungan. Setelah itu melantik Brigjen Soeharto menjadi Deputi Wilayah Indonesia Timur dan Panglima Komando Mandala setelah pangkatnya dinaikkan menjadi Mayjen.


Desain Monumen
Desain monumen yang dibuat dengan bentuk segi tiga sama sisi  menyimbolkan Tiga Komando Rakyat (Trikora). Pada bagian bawah monumen, terdapat relief lidah api yang menjadi simbol semangat dari Trikora, sementara relief sama di bagian atas melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Lalu ada juga 27 patung batang bambu runcing sebagai simbol instrumen perjuangan fisik rakyat saat itu.

Monumen juga dikelilingi oleh kolam yang berarti kejernihan berpikir yang mutlak dimiliki dalam setiap perjuangan. Sayang, kondisi monumen terlihat kurang mendapat perawatan. Dinding menara dan beberapa bagian monumen ditumbuhi lumut dan semak, begitu pula kolam air yang mengelilingi monumen sudah tidak berfungsi lagi. 

Keseluruhan tinggi monument Mandala mencapai 75 meter, terdiri empat lantai. 
Lantai pertama menggambarkan perjuangan pahlawan lokal, sementara lantai dua menggambarkan perjuangan pahlawan nasional. Di areal tersebut juga terdapat beberapa bangunan lain, seperti galeri, dan ruang pertemuan. Khusus galeri, saat ini difungsigandakan sebagai Sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Indonesia Daerah Sulsel. Sementara  ruang pertemuan masih sering dipakai, seperti seminar dan aktifitas sejenis lainnya. Ruang pertemuan ini disewakan dan ada pengelola khusus yang menanganinya. 


Mudah Dijangkau
Pada dinding bagian luar monumen terdapat banyak relief yang menggambarkan susana atau adegan sejumlah peristiwa bersejarah yang melibatkan sejumlah tokoh dan orang-orang penting di masa lampau. Diorama ini menjelaskan momen-momen bersejarah, khususnya pada masa perjuangan kemerdekaan. 

Di lantai pertama ruangan monumen, terdapat 12 diorama (selengkapnya lihat catatan di akhir tulisan ini) yang masing-masing melukiskan sejumlah persitiwa penting di masa lalu. Sementara di lantai dua juga berisi relief dan diorama yang merupakan penjelasan sejarah seputar perjuangan pembebasan Irian Barat. Sama dengan lantai satu, lantai dua juga memiliki 12 diorama. Tiga relief yang ada di lantai dua ini menggambarkan sidang atau rapat persiapan membahas strategi pembebasan Irian Barat, ada relief  Trikora, dan relief Jer Basuki Mawa Bea. Sementara lantai tiga berisi replika pakaian pasukan pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat.

Demonstrasi di depan Monumen Mandala. Salah satu tempat favorit menyuarakan keprihatinan.
Meski monumen ini hanya menara beton yang berongga, kaku, namun masih menyisakan denyut perjuangan dan semangat yang kuat. Tak heran jika mahasiswa Makassar memilih kawasan elit Makassar ini menjadi salah satu tempat favorit perjuangan mereka; menyuarakan suara keprihatinannya (demonstrasi) atas apa yang menimpa negeri ini. 


Catatan:
12 Diorama: Dari Perang Makassar hingga Peristiwa Andi Azis

Terdapat 12 diorama, 3 relief dan 3 replika pakaian pejuang  Abad XVII s/d XVIII. Diorama di lantai satu menceritakan tentang perjuangan di daerah Sulawesi, berikut penjelasan setiap diorama :

Diorama 1
Melukiskan Perang Makassar melawan Belanda, tahun 1668. Pertempuran terdahsyat yang pernah terjadi di Indonesia, mempertahankan Benteng Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa di Makassar dari gempuran Belanda, dipimpin Speelman bersama sekutunya (Pasukan Bone yang dipimpin Arungpalakka, pasukan Buton dan Ambon) sementara rakyat Gowa dan sekutunya di bawah pimpinan Sultan Hasanuddin. Akhir dari pertempuran itu,  24 Juni 1669 Benteng Somba Opu jatuh ke tangan Belanda. Belanda memberi julukan "AYAM JANTAN BENUA TIMUR” kepada Sultan Hasanuddin.

Diorama 2
Melukiskan Perlawanan Rakyat Wajo Terhadap Belanda, tahun 1716-1741. Pertempuran sengit ditepi sungai Topace’do,Tonrange-Tosora pada Tanggal 3 Maret 1741 digambarkan dalam diorama ini. Di bawah Pimpinan Lamadukelleng, selaku Arung Matoa Wajo memimpin perlawanan rakyat Wajo melawan pasukan Belanda yang dipimpin Gubernur Admiral Smout. Lamadukelleng bersama rakyatnya berhasil memukul mundur dan membunuh 100 tentara Belanda.

Diorama 3
Melukiskan Perlawanan Rakyat Mandar, tahun 1890. Belanda berusaha menguasai daerah Mandar penghasil kopra terbesar di Sulawesi Selatan. Di antara kerajaan-kerajaan Mandar, Kerajaan Balanipa merupakan basis terkuat perlawanan rakyat Mandar dalam menolak kekuasaan Belanda. Belanda mengajak Maradia Tokape dari Balanipa untuk kerjasama, namun ternyata ajakan tersebut ditolak, bahkan Maradia melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan  menghadang pasukan Belanda yang mendarat di Majene. Meskipun istana dipertahankan dengan sengit akhirnya Maradia Tokape beserta pasukan pengawalnya berhasil ditangkap Belanda yang kemudian dibawah ke Makassar selanjutnya ke Jakarta, dan akhirnya dibuang ke Pacitan, Jawa Timur.

Diorama 4
Melukiskan Perlawanan rakyat Bone, tahun 1905. Dalam upaya melumpuhkan kekuatan Kerajaan Bone, Belanda berkali-kali mengadakan penyerangan terhadap Bone yang  dikenal dengan sebutan Bonische Expeditio atau Ekspedisi Bone, sebuah bentuk penyerangan yang dilaksanakan Belanda melalui laut. Kerajaan Bone diperintah oleh Lapawawoi Karaeng Segeri, Raja Bone yang ke-31, Ia bergerilya meliputi daerah Bone, Wajo, Sidenreng Rappang dan Pare-Pare (dari Watanpone sampai pantai Makassar) dengan cara ditandu karena usia lanjut dengan dikawal putranya sendiri bernama Petta Punggawa. Dalam pertempuran di Batu daerah Pitturiase Wilayah Kerajaan Sidenreng putranya yang setia tewas dan Karaeng Segeri berhasil ditangkap tidak jauh dari tempat putranya tewas. Akhirnya Ia diasingkan ke Bandung terus ke Jakarta dan Meninggal pada Tanggal 17 Januari 1911 di Jakarta.

Diorama 5
Melukiskan Perlawanan Rakyat Tana Toraja, tahun 1906. "Moka ulungku, moka lettekku, Naparenta tobuta” yang artinya: Kaki dan Tanganku Tak Mau Di jajah oleh Orang Buta (Belanda), itulah ucapan Pongtiku ketika ia menolak panggilan Belanda, konsekuensinya Pongtiku harus bersiap-siap menerima serangan Belanda. Dan terjadilah pertempuran Bulan Juni 1906 di Desa Ledan. Pongtiku juga melaksanakan perang gerilya, berpindah-pindah dari satu kubu ke kubu yang lain, dari Gunung Kado ke Rinding Allo, akhirnya pindah ke Lali'Londong. Pada tanggal 7 Juli 1907 Ambo Dake yang diutus oleh Puang Pandanan menemui Pongtiku Di Gua Batu tempat persembunyiannya, diam-diam dibuntuti pasukan Belanda dan berhasil menyergap Pongtiku saat keluar dari Gua, lalu di bawa ke Rantepao. Tiga hari kemudian, tanggal 10 Juli 1907 Pongtiku ditembak mati oleh Belanda ditepi Sungai Sa'dang di pinggir kota Rantepao.

Diorama 6
Melukiskan Serangan Umum Terhadap Kota Palopo, 23 Januari 1946. Ada dua alasan rakyat Luwu melancarkan serangan umum terhadap Kota Palopo tanggal 23 Januari 1946. Pertama, ikut sertanya tentara NICA atau (KNIL) dengan membonceng pasukan sekutu (Australia) yang datang ke Palopo untuk menjemput dan mengambil tawanan serta senjata Jepang. Kedua, adalah kemarahan rakyat terhadap tindakan patroli KNIL yang mengotori Masjid BUA dengan sisa-sisa makanan kaleng, merobek­-robek Al Qur'an serta memukuli pegawai masjid dengan gagang senapan. Serangan umum dilancarkan setelah ultimatum yang diberikan ternyata tidak dipatuhi oleh sekutu yakni agar tentara KNIL ditarik masuk kedalam tangsinya. Serangan umum dipelopori oleh Andi Jemma Datu Luwu, M. Yusuf Ariel dll, dan berhasil menghancurkan pasukan kecil sekutu yang ada di Kota Palopo.

Diorama 7
Melukiskan Perlawanan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia (Lapris) di Polombangkeng, Mei 1946. Pada tanggal 17 Juli 1946 terbentuk organisasi laskar Pemberontak Rakyat Indonesia:(LAPRIS), dimana Ranggong Daeng Romo ditunjuk sebagai pimpinannya dibantu oleh Makkaraeng Daeng Mandjaruni, Robert Wolter Monginsidi dan lain-lain. Pada tanggal 27 Februari 1947 Subuh tiba-tiba markasnya yang berada di atas Gunung Lengkese-Polombangkeng diserang pasukan KNIL. la mengadakan perlawanan hingga titik darah penghabisan, dan gugur bersama-sama prajuritnya sebagai Kusuma Bangsa.

Diorama 8
Melukiskan Pelantikan Laskar Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), 1946. KRIS sebagai bagian dari laskar seberang di Istana Yogyakarta. Badan perjuangannya dibentuk di Jakarta tanggal 10 Oktober 1945 oleh Barth Ratulangi, H. M. Idrus GP, Boece Waworuntu dll. KRIS didirikan untuk menyalurkan semangat juang para pemuda Sulawesi yang ada di Jawa dalam satu barisan sebagai spontanitas keikutsertaan mempertahankan kedaulatan RI, KRIS merupakan tindak lanjut dari APIS (Angkatan Pemuda Indonesia Sulawesi) yang sebelumnya adalah GEPIS (Gerakan Pemuda-Pemuda Indonesia Sulawesi) yaitu Organisasi Pemuda-Pemuda Sulawesi yang ada di Jakarta. 

Diorama 9
Melukiskan Peristiwa korban 40.000 jiwa, 1946-1947. Pada tanggal 11 Desember 1946 sampai dengan pertengahan Maret 1947 di daerah Sulsel meliputi Kota Makassar, Pare-Pare, Bantaeng dan Mandar telah terjadi suatu tragedi pembunuhan rakyat pejuang secara biadab oleh pasukan kolonialis Belanda di bawah pimpinan Kapten Westerling. Aksi Westerling ini diperkirakan telah menelan korban lebib kurang 40.000 jiwa, termasuk yang hilang. Beberapa tokoh masyarakat korban kekejaman WESTERLING ini antara lain Datu Suppa "Andi Makkasau" dan pemimpin pemerintahan RI di Pare-Pare Andi Bau Massepe sedangkan salah satu wanita yang cukup gigih menentang, kekejaman ini ialah Ibu Depu (Ibu Agung).

Diorama 10
Melukiskan konferensi Kelaskaran Sulawesi-Selatan, 20 Januari 1947. Pada tanggal 20 Januari 1947 di Desa Pacekke, Kabupaten Barru telah berlangsung suatu Konferensi Rakyat Pejuang dengan maksud pembentukan TRI di Sulsel dan Tenggara. Rapat dipimpin oleh Andi Mattalatta selaku pengemban mandat dari panglima besar Jenderal Sudirman. Konferensi ini berjalan dengan baik dan berhasil membentuk Tri Divisi Hasanuddin, Yang terdiri dari tiga Resimen Yaitu:
1.        Resimen I / Bade Massepe;
2.        Resimen II / Andi Padjonga;
3.        Resimen III / Andi Djemma.
 Pada kesempatan itu dilantik pula para perwira dalam jajaran Tri 
 Divisi Hasanuddin.

Diorama 11
Melukiskan Kepahlawanan Robert Wolter Monginsidi di Sulawesi selatan, 1949.
"Setia Hingga Terakhir di Dalam Keyakinan" Inilah tulisan terakhir Wolter Monginsidi sebelum ia gugur sebagai pahlawan. Ia menjadi buruan Belanda nomor satu ketika pada bulan Juni 1946 dibentuk Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia (LAPRIA) yang mempersatukan 19 kelaskaran di daerah sekitar­ Makassar di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo, sementara Wolter Monginsidi dipilih sebagai Sekretaris Jenderalnya. Dalam perjuangannya Wolter pantang menyerah. Dua kali ia ditangkap oleh Belanda. Pertama pada tanggal 28 Februari 1947, kemudian dipenjarakan di Hogepad pada tanggal 26 Oktober 1947; ia ditangkap kembali pada Maret 1949. Dihadapkan ke depan pengadilan kolonial dan dijatuhi hukuman tembak mati pada dini hari 5 September 1949. Ia masih sempat menuliskan kata-kata di atas sebagai jawabannya.

Diorama 12
Melukiskan Peristiwa Andi Azis, 5 April 1950.  Tanggal 30 Maret 1950 satu Kompi KNIL dibawah Kapten Andi Azis di Makassar melebur diri ke dalam APRIS. Tetapi tanggal 5 April 1950 mereka memberontak. Mereka menyerang markas Polisi Militer di Makassar dan menangkap Letnan Kolonel A. J. Mokoginta. Pemerintah mengeluarkan ultimatum supaya dalam waktu 4 x24 jam Andi Azis menghadap ke Jakarta. Karena ultimatum itu tidak diindahkan, APRIS mengirimkan pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Kolonel A. E. Kawilarang. Satuan-Satuan yang turut ialah Brigade Mobil Divisi IV Jawa Barat dan satu Batalyon di bawah pimpinan Mayor Andi Mattalatta. Pasukan diangkut dengan kapal-kapal APRIS dan mendarat di Makassar pada tanggal 26 April 1950. Namun sebelum pasukan mendarat, Andi Azis sudah menyerahkan diri ke Jakarta.

Sementara di lantai dua juga berisi relief dan diorama yang merupakan penjelasan sejarah seputar perjuangan pembebasan Irian Barat. Sama dengan lantai satu, lantai dua juga memiliki 12 diorama. Tiga relief yang ada di lantai dua ini menggambarkan sidang atau rapat persiapan membahas strategi pembebasan Irian Barat, ada relief  Trikora, dan relief Jer Basuki Mawa Bea. Sementara lantai tiga berisi replika pakaian pasukan pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat.


ALAT INDRA MANUSIA, BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSINYA (Cara Belajar SD Mangkura)

ALAT INDRA MANUSIA, BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSINYA (Cara Belajar Anak Mangkura)

Pengertian Alat Indra
Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indra pengecap (lidah) dan indra peraba (kulit).
Baiklah dengan segala kekurangan dan segenap kemampuan asa generasiku.blogspot.com. mencoba menguraikan fungsi dari bagian-bagian panca indra tersebut.

1. Indra Penglihat (Mata)

Mata terdiri dari otot mata, bola mata dan saraf mata serta alat tambahan mata yaitu alis, kelopak mata, dan bulu mata. Alat tambahan mata ini berfungsi melindungi mata dari gangguan lingkungan. Alis mata berfungsi untuk melindungi mata dari keringat, kelopak mata melindungi mata dari benturan dan bulu mata melindungi mata dari cahaya yang kuat, debu dan kotoran.


Fungsi bagian - bagian indra penglihatan adalah sebagai berikut :
a. Kornea mata berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam.
b. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
c. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata
d. Pupil berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya.
e. Retina berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh oleh saraf mata ke otak
f. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata
g. Saraf mata berfungsi meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak

2. Indra Pendengar (Telinga)

Indra pendengar adalah telinga yang terdiri dari :
1). Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran
2). Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
3). Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)

Fungsi bagian-bagian indra pendengar :
a. Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi.
b. Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
c. Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
d. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.
e. Saluran eustachius menghubungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.

3. Indra Pembau (Hidung)


Fungsi bagian-bagian indra pembau :
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak

4. Indra Pengecap (Lidah)


Bagian lidah yang berbintil-bintil disebut papila adalah ujung saraf pengecap. Setiap bintil-bintil saraf pengecap tersebut mempunyai kepekaan terhadap rasa tertentu berdasarkan letaknya pada lidah.
Pangkal lidah dapat mengecap rasa pahit, tepi lidah mengecap rasa asin dan asam serta ujung lidah dapat mengecap rasa manis.

5. Indra Peraba (Kulit)


Dengan kulit kita dapat merasakan sentuhan. Bagian indra peraba yang paling peka adalah ujung jari, telapak tangan, telapak kaki, bibir dan alat kemaluan.
Fungsi bagian-bagian kulit :
a. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
b. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat
c. Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh
d. Otot penggerah rambut berfungsi mengatur gerakan rambut
e. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah keseluruh tubuh.
 


Kamis, 23 Februari 2017

Wujud, Sifat, dan Perubahan Wujud Benda (Cara Belajar SD Mangkura)

Wujud, Sifat, dan Perubahan Wujud Benda

A.       Wujud Benda dan Sifatnya


Kita dapat menemukan berbagai macam benda di lingkungan sekitar. Misalnya, buku, batu, kayu, air, minyak goreng, susu, kecap, dan balon.  Berdasarkan wujudnya benda-benda tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu benda padat (buku, batu, kayu), benda cair (air, minyak goreng, susu, dan kecap) dan benda gas (isi balon). Setiap benda memiliki sifat tertentu yang membedakannya dengan benda yang lainnya. Berdasarkan wujudnya benda dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok tersebut yaitu benda padat, cair, dan gas.  

1. Benda Padat
 Sifat-sifat benda padat di antaranya mempunyai bentuk tetap, walaupun diletakkan di tempat yang berbeda. Selain itu, benda padat bersifat dapat diubah bentuknya. Benda padat dapat berubah bentuk karena perlakuan tertentu. Perlakuan tersebut di antaranya karena ditekan atau dipukul. Berikut ini beberapa sifat benda padat yang lain
  • Benda padat memiliki berat
  • Benda padat tidak berubah bentuk jika dipindahkan
  • Benda padat ada yang keras dan lunak, contoh benda padat yang keras: besi dan kerikil. Contoh benda padat yang lunak: plastisin.
  • Benda padat dapat berubah wujud.
2. Benda Cair
 Sifat-sifat benda cair tersebut sebagai berikut.
  • Bentuknya Tidak Tetap, Selalu Mengikuti Bentuk Wadahnya Sebagai contoh jika air di dalam botol, bentuknya seperti botol. Sementara itu, air dalam gelas bentuknya seperti gelas.
  • Menekan ke Segala Arah Benda cair mempunyai tekanan. Adanya tekanan dapat dilihat pada botol plastik yang dilubangi. Dari kegiatan ini tampak adanya pancaran air dari lubang botol ke segala arah.
  • Mengalir dari Tempat Tinggi ke Rendah. Dari botol plastik yang dilubangi tampak bahwa aliran air menuju ke bawah. Kondisi ini menunjukkan bahwa benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.
  • Permukaan Benda Cair Selalu Datar. Permukaan benda cair yang tenang berbeda dengan permukaan air yang sedang bergerak. Air yang tenang permukaannya datar. Sifat ini biasa digunakan pada waterpas. Waterpas adalah alat untuk mengukur kedataran tembok atau lantai.
  • Meresap Melalui Celah-Celah Kecil Sifat-sifat ini dapat diamati peristiwa air menetes dari kain yang dicelupkan dalam air. Kemampuan air meresap pada celah-celah kain ini disebut daya kapilaritas. Daya kapilaritas ini juga dapat diamati pada minyak tanah yang meresap melalui sumbu kompor.
3. Benda Gas
Benda gas memang sulit diamati. Akan tetapi, keberadaan benda gas dapat dirasakan. Contoh benda gas yaitu udara dan asap Benda gas mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
  • Benda Gas Mempunyai Bentuk dan Volume Sesuai dengan Wadahnya. Ketika balon ditiup, udara masuk ke dalam balon. Bentuk balon menunjukkan bentuk udara yang ada di dalamnya. Jadi, bentuk benda gas tergantung dari wadahnya. Selain bentuk, volume udara juga sesuai dengan volume (isi) wadahnya. 
  • Benda Gas Menekan ke Segala Arah Saat balon ditiup, seluruh bagian balon tersebut akan mengembang. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah. Sifat benda gas ini kita temui saat memompa ban sepeda. Udara yang dialirkan ke dalam ban akan menekan ke seluruh ruang ban tersebut

B.        PERUBAHAN WUJUD BENDA

Berikut adalah skema perubahan bentuk benda.


perubahan wujud 
dari
menjadi
Contoh
mengembun
gas
cair
terbentuknya titik-titik air di 
luar  gelas berisi air dingin
menguap
cair
gas
spiritus yang dibiarkan di
botol terbuka dan air saat di-
panaskan atau didihkan
mencair
padat
cair
cokelat padat yang dipanas-
kan dan es krim yang 
didiamkan di suhu ruang
membeku
cair
padat
air sirop yang dimasukkan 
ke freezer
menyublim
padat
gas
kamper yang didiamkan di
suhu ruang lama-lama akan
habis.
deposisi
gas
padat
pembentukan embun beku
pada musim dingin.


Sifat-sifat Cahaya (Cara Belajar SD Mangkura)


Sifat-sifat Cahaya. Cahaya adalah nama yang diberikan manusia pada radiasi yang dapat dilihat oleh mata manusia. Cahaya merupakan gelombang eloktromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnet. Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi cahaya yang tampak dan cahaya yang tidak tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang jika mengenai benda maka benda tersebut akan dapat dilihat oleh manusia, contoh cahaya matahari. Cahaya tak tampak adalah cahaya yang bila mengenai benda tidak akan tampak lebih terang atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh cahaya tak tampak adalah sinar inframerah dan sinar x. Cahaya tampak dibagi menjadi 2 yaitu monokromatik dan polikromatik. Monokromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari satu warna, contohnya merah. Sedangkan polikromatik adalah satu cahaya yang terdiri dari beberapa warna, contohnya ungu, merupakan kombinasi antara merah dan biru.
Kita memerlukan cahaya untuk dapat melihat. Benda-benda yang ada di sekitar kita dapat kita lihat apabila ada cahaya yang mengenai benda tersebut, dan cahaya yang mengenai benda tersebut dipantulkan oleh benda ke mata. Walaupun benda terkena cahaya, jika pantulannya terhalang dari mata kita, kita tidak dapat melihat benda tersebut, misalnya suatu benda yang berada di balik tirai atau tembok. Sebuah benda dapat dilihat oleh mata kita karena adanya cahaya, yang memancar atau dipantulkan dari benda tersebut, yang sampai ke mata. Berdasarkan sumbernya cahaya dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
  • Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, seperti matahari, senter, lilin, dan lampu;
  • Cahaya yang memancar dari benda akibat memantulnya cahaya pada permukaan benda tersebut dari sumber cahaya. Misalnya, jika kamu melihat benda berwarna biru, artinya benda tersebut memantulkan cahaya berwarna biru.
Berdasarkan dapat tidaknya memancarkan cahaya, benda dikelompokkan menjadi benda sumber cahaya dan benda gelap. Benda sumber cahaya dapat memancarkan cahaya. Contoh benda sumber cahaya yaitu Matahari, lampu, dan nyala api. Sementara itu, benda gelap tidak dapat memancarkan cahaya. Contoh benda gelap yaitu batu, kayu, dan kertas. Cahaya mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat cahaya banyak manfaatnya bagi kehidupan.

1. Cahaya Merambat Lurus


Saat berjalan di kegelapan, kita memerlukan senter. Cahaya dari lampu senter arah rambatannya menurut garis lurus. Atau ketika kita melihat cahaya matahari yang menerobos masuk melalui genting. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Kegiatan yang dapat untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus adalah dengan menggunakan karton yang diberi lubang seperti gambar di samping. Ketika lobang karton disusun lurus kita dapat melihat cahaya lilin, namun ketika salah satu lobang digeser kita tidak bisa lagi melihat cahaya tersebut. Sifat cahaya yang selalu merambat lurus ini dimanfaatkan manusia pada pembuatan lampu senter dan lampu kendaraan bermotor.

2. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Amatilah ketika kamu berjalan di bawah cahaya matahari. Ke mana pun kamu berjalan, selalu diikuti oleh bayanganmu sendiri. Bayang-bayang tubuhmu akan hilang ketika kamu masuk ke dalam rumah atau berlindung di balik pohon yang besar. Bayangan terbentuk karena cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Ketika cahaya mengenai tubuhmu, cahaya tidak dapat menembus tubuhmu sehingga terbentuklah bayangan. Begitu pula ketika cahaya mengenai rumahmu dan pohon yang besar. Bayangan adalah daerah gelap yang terbentuk akibat cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Bayangan dibedakan menjadi dua, yakni bayangan nyata dan bayangan maya. Bayangan maya (semu) adalah bayangan yang dapat dilihat mata, tapi tidak dapat ditangkap pada layar, sedangkan bayangan nyata adalah bayangan yang dapat ditangkap layar.
Berdasarkan dapat atau tidaknya di tembus cahaya, benda-benda digolongkan menjadi 3:
  • Opaque atau benda tidak tembus cahaya, Adalah benda gelap yang tidak dapat ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan semua cahaya yang mengenainya. Benda semacam ini contohnya adalah buku, kayu, tembok, dan air keruh.
  • Benda Bening, yakni benda-benda yang dapat ditembus cahaya. Benda bening juga sering disebut benda transparant. Benda transparant meneruskan semua cahaya yang mengenainya. Contohnya kaca yang bening dan air jernih
  • Benda Transluent Benda transluent adalah benda-benda yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang datang dan menyebarkan sebagian cahaya yang lainnya. Contohnya kain gorden tipis, dan beberapa jenis plastik.

3. Cahaya dapat dipantulkan

Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa pemantulan cahaya adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan terlihat di cermin, karena cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai permukaan cermin, dipantulkan, atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita. Pemantulan pada cermin, termasuk pemantulan teratur. Pemantulan teratur terjadi pada benda yang permukaannya rata dan mengkilap/licin. Pada benda semacam ini, cahaya dipantulkan dengan arah yang sejajar, sehingga dapat membentuk bayangan benda dengan sangat baik. Pada benda yang permukaannya tidak rata, cahaya yang datang dipantulkan dengan arah yang tidak beraturan. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan baur, atau pemantulan difus.

Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung ada dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.
a. Cermin Datar

Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak melengkung. Cermin datar biasa kamu gunakan untuk bercermin. Pada saat bercermin, kamu akan melihat bayanganmu di dalam cermin. Bayangan pada cermin datar mempunyai sifat-sifat berikut.
  • Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda.
  • Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
  • Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kirimu akan menjadi tangan kanan bayanganmu.
  • Bayangan tegak seperti bendanya.
  • Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

b. Cermin Cembung (positif)

Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor. Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil) daripada benda yang sesungguhnya.

c. Cermin Cekung (negatif)

Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam. Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung pada letak benda terhadap cermin. Jika benda dekat dengan cermin cekung, bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). Jika benda jauh dari cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.

4. Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam pembuatan berbagai alat optik. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal. Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.

Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dasar kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil tersebut akan tampak patah.

5. Cahaya dapat diuraikan

Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik adalah cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya putih tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi disebut cahaya monokromatik. Cahaya putih dapat diuraikan. Saat melewati prisma, cahaya putih akan mengalami dispersi (penguraian). Contoh peristiwa dispersi cahaya yang terjadi secara alami adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air hujan di langit. Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun atas banyak cahaya berwarna.

Kita juga dapat mengamati peristiwa dispersi cahaya pada balon air. Kita dapat menggunakan air sabun untuk membuat balon air. Jika air sabun ditiup di bawah sinar matahari, kamu akan melihat berbagai macam warna berkilauan pada permukaan balon air tersebut.

Sifat-sifat cahaya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam alat, di antaranya periskop, teleskop, kaleidoskop, dan lup.
  • Periskop
Awak kapal selam yang berada di kedalaman laut dapat mengamati permukaan laut menggunakan periskop. Periskop menerapkan sifat cahaya yang berupa pemantulan. Cahaya dari atas permukaan laut ditangkap oleh suatu cermin, kemudian dipantulkan menuju mata pengamat di dalam kapal selam.


Berikut bahan yang diperlukan untuk membuat periskop sederhana, yakni kardus bekas atau karton, perekat (dapat berupa lem atau selotip), dua buah cermin datar (usahakan memiliki ukuran yang sama, yaitu panjang 10 cm dan lebar 6 cm), busur untuk mengukur derajat kemiringan, gunting, dan kertas untuk membungkus periskop.

Langkah pertama dalam pembuatan periskop sederhana ini adalah ambil karton atau kardus dan dibagi menjadi lima bagian. Dengan rincian, 2 bagian berukuran 6 cm bagian, 2 bagian berukuran 4 cm, dan bagian terakhir berukuran 2 cm (untuk merekatkan sisi periskop, lihat gambar). Tak ada patokan ukuran di sini, buatlah sesuai kebutuhan saja. Kemudian, buat dua lubang berbentuk lingkaran (gambar 3) yang nantinya akan berfungsi untuk tempat melihat.

Langkah selanjutnya, buat dudukan cermin agar nantinya cermin dapat miring 45 derajat. Agar pas kemiringannya, gunakan busur untuk mengukur derajat kemiringannya. Panjang dudukan cermin adalah 6 cm. Rekatkan sisi periskop menggunakan lem atau selotip (membentuk bangun balok). Kedua cermin datar tersebut diselipkan pada celah yang sebelumnya dibuat. Cermin bagian atas menghadap ke bawah, cermin bagian bawah menghadap ke atas (bagian yang mengkilap berada di atas).

Perhatikan saat memasang kedua cermin, yakni harus saling berhadapan agar nantinya dapat memantulkan bayangan objek sesuai dengan konsep cara kerja periskop. Pembuatan periskop sederhana ini lebih dianjurkan menggunakan bahan dari kardus bekas. Sebab, secara umum lebih tebal dan lebih kuat dari karton biasa. Jika ingin membuat periskop yang tahan air, bahan yang digunakan dapat memilih kaca atau kayu lapis yang nantinya dapat diwarnai dengan cat anti air atau dilapisi selotip pada setiap sisinya. Gunanya, agar saat dipakai dalam air, periskop tidak kemasukan air.
  • Teleskop. 
    Teleskop memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan periskop. Teleskop memiliki dua lensa yang dapat membiaskan cahaya. Adanya pembiasan itu& membuat objek yang jauh terlihat sangat dekat. Teleskop pertama dibuat pada tahun 1608 oleh orang Belanda bernama Hans Lippershey. Setahun kemudian, Galileo Galilei menyempurnakan teleskop itu. Setelah disempurnakan, teleskop dapat digunakan untuk mengamati bintang.

  • Kaleidoskop.
  • Kaleidoskop adalah mainan yang dibuat menggunakan cermin. Dengan alat ini, kamu dapat membuat aneka macam pola yang mengagumkan. Pola-pola ini diperoleh karena bayangan benda-benda dalam kaleidoskop mengalami pemantulan berkali-kali. Dengan demikian, jumlah benda terlihat lebih banyak daripada benda aslinya.


  • Lup.
    Lup merupakan alat optik yang sangat sederhana. Alat ini berupa lensa cembung. Lup berfungsi membantu mata untuk melihat bendabenda kecil agar tampak besar dan jelas.